Jumat, 22 Juni 2012

KEJAHATAN DALAM INTERNET


KEJAHATAN DALAM DUNIA INTERNET

Penculikan via Facebook
Facebok sebagai jejaring sosial memungkinkan orang-orang yang terpisah jauh saling berkenalan. Ada yang berhasil menemukan teman lamanya, ada yang berhasil menemukan anaknya yang hilang, ada yang berhasil menemukan pacar baru, ada juga yang berhasil menculik anak-anak remaja.
Bulan Februari tahun 2010 kemarin, Indonesia sedang ramai diberitakan remaja-remaja yang hilang dengan dugaan diculik. Sang penculik semuanya menggunakan Facebook sebagai media untuk mendekati korban. Bahkan menurut data yang didapatkan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, terdapat 36 laporan berkaitan anak hilang gara-gara Facebook. Di antara laporan tersebut terdapat 7 kasus merupakan kasus penculikan.
Anjuran Untuk Orang Tua 
Jika kriteria tersebut terpenuhi, harap berwaspada!
Beberapa kasus memang terselesaikan. Karena ternyata sang korban jatuh cinta dengan sang penculik, sehingga ikhlas melarikan diri. Yang lainnya berujung modus pemerkosaan atau perdagangan anak. Tidak peduli apakah korban sendiri ikut dengan rela ataupun secara paksa, tetapi angka penculikan tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Oleh karenanya tidak heran jika orang menduga ada sindikat dibalik penculikan korban dengan menggunakan jejaring sosial.

Pembunuhan Gara-Gara Berdebat di Twitter
Kasus ini mungkin merupakan kasus pertama kalinya di Amerika di mana pembunuhan dilakukan disebabkan oleh Twitter. Dan untuk pertama kalinya tweet di Twitter akan dijadikan bukti dalam sidang pengadilan kasus pembunuhan.
Cerita ini berawal dari perdebatan di Twitter antara Blake dan Dancy, dua teman semenjak kecil. Diduga perseteruan mereka dimulai gara-gara masalah klasik sepanjang masa, seorang perempuan. Akhirnya mereka saling mengirim ucapan kasar melalui Twitter. Ucapan saling memaki di Twitter akhirnya mencapai puncaknya ketika Dancy tertembak di New York pada tanggal 1 Desember 2010.
Sangat disayangkan sekali pembunuhan terjadi hanya gara-gara perdebatan melalui Twitter. Apalagi mereka merupakan teman dari kecil.
Pembunuh berantai Craigslist
Tahukah kalian Web Craigslist? Web ini merupakan salah satu Web populer di dunia (berdasarkan Alexa menduduki urutan 50 besar). Craigslist menyediakan jasa posting iklan yang mirip dengan klasifika pada koran. Di Indonesia sebenarnya juga terdapat Web Craiglist, walaupun tidak begitu populer.
Tetapi tidak demikian dengan negara asalnya di Amerika Serikat. Mereka aktif menggunakannya baik untuk mencari pekerjaan, menjual barang bekas, mencari pasangan hidup, atau bahkan mencari jasa prostitusi. Jasa terakhir inilah yang dimanfaatkan sang pembunuh berantai menjalankan aksinya.
Dari Desember 2010 sampai Desember 2011 telah ditemukan sepuluh mayat di sekitar Ocean Parkway dan area Jones Beach State Park. Dan dari total sepuluh korban, tercatat empat korban adalah prostitusi yang pernah memposting jasanya di Craigslist. Media massa pun menjuluki sang pembunuh berantai dengan nama Pembunuh Gilgo (karena lokasi mayat-mayat ditemukan umumnya dekat Pantai Gilgo) atau pembunuh Craigslist.
Dan jika Anda penasaran mengapa penulis tidak menyebut nama pembunuh itu, bukan karena penulis terlalu malas mencari informasi siapa pembunuhnya. Melainkan sampai hari ini (atau setidaknya artikel ini dibuat), identitas pembunuh masih belum diketahui….


Kesimpulan
Sebenarnya penulis merasa kejahatan yang timbul karena berinteraksi dengan orang lain di Internet dapat diminimalisir seandainya kita hati-hati memberikan informasi identitas kita maupun dalam berinteraksi dengan orang tidak dikenal.
Demikian juga hati-hati menjaga sikap, karena walaupun Internet adalah dunia maya, tetapi orang yang menggunakannya adalah nyata. Jadi tidak mengherankan pembunuhan bisa terjadi gara-gara perselisihan di Internet.
Setidaknya penulis percaya kewaspadaan tidak ada salahnya seperti kata Bang Napi. Mungkin penulis juga harus hati-hati menulis artikel untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan?












SUMBER
http://bacaonlines.blogspot.com/2011/05/karya-tulis-hukum-penipuan-melalui.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar